Piagam Tebing Tinggi Sebagai Wujud Penyelesaian Mitigasi Toleransi Lahir Batin Perselisihan Pembangu
Piagam Tebing Tinggi Sebagai Wujud Penyelesaian Mitigasi Toleransi Lahir Batin Perselisihan Pembangunan Gereja Santo Yusup

By Administrator 02 Feb 2021, 09:34:43 WIB OPERASIONAL

Berita Terkait

Berita Populer

Piagam Tebing Tinggi Sebagai Wujud Penyelesaian Mitigasi Toleransi Lahir Batin Perselisihan Pembangu

Piagam Tebing Tinggi Sebagai Wujud Penyelesaian Mitigasi Toleransi Lahir Batin Perselisihan Pembangunan Gereja Santo Yusup

Tribratanews Polres Tanjab Barat - Pembangunan Gereja Santo Yusul yang sempat menimbulkan perselisihan antara warga di Tebing Tinggi kini dilanjutkan setelah adanya kesepakatan dan didasari rasa kebhanikaan.

Kesepakatan tersebut dituangkan dalam "Piagam Tebing Tinggi" yang ditandatangani oleh perwakilan tokoh agama pada tanggal 01 Februari 2021 di Kecamatan Tebing Tinggi.

Demikian diungkapkan Kapolres Tanjab Barat AKBP Guntur Saputro, SIK, MH usai memimpin rapat dan mediasi bersama di Kantor Camat Tebing Tinggi, Senin (01/02/21).

"Hari ini melalui upaya mitigasi didasari toleransi lahir batin tercapai kesepakatan demi kerukunan dan merawat kebhinekaan dengan toleransi masyarakat Tebing Tinggi mendukung keberlanjutan pembangunan gereja baru Santo Yusup," ungkap Kapolres.

Sebelumnya, pembangunan Gereja Santo Yusup tersebut sudah 1 tahun bergulir terhenti.

Hal itu dikarenakan sempat diwarnai penolakan sebagian warga, bahkan sempat terjadi pemasangan segel serta isu pembongkaran.

"Alhamdulillah, hari ini atas kesadaran tolerani dan kebersamaan demi keutuhan NKRI terwujud kesepakatan pembangunannya dilanjutkan," ujar Kapolres.

"Semoga Piagam Tebing Tinggi ini memgulang sejarah Piagam Madinah di Tanjab Barat," tuturnya.(*)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Polling

Apakah content dalam website ini sudah lengkap ?
  Lengkap
  Kurang Lengkap
  Tidak Lengkap

Komentar Terakhir

Video Terbaru

View All Video